bocah Ielaki itu menengadah, menatap bintang di langit, sebelum matanya kembali lekat yang sedang digenggamnya Buku yang tiba-tiba iiwanya ke dalam pusaran sepi, dan bayangan demi lesap seketika ke dalam benaknya, la selalu menanti seperti ini. Malam tampa halimun, awan, dan Malam yang tak seberapa terang dan langit dipenuhi Malam bersama buku ayahnya di beranda Vila.
Maghrib adalah garis itu. Garis pemisah dari yang terang menuju gelap, dan dunia ke akhirat yang misteri. Sendiri, hanya berteman rindu dan sunyi. Itulah gambaran kehidupan Umi Salimah, seorang wanita yang sering ditinggal oleh suaminya. Satu per satu, kedua anaknya, Naurin dan Sophia, juga pergi. Akhirnya, Umi Salimah mengontrakkan rumahnya dan kembali ke rumah kecil peninggalan orang tuanya…
Novel ini bercerita tentang kehidupan 6 santri dari 6 daerah yang berbeda menuntut ilmu di Pondok Madani